Rabu, 15 Februari 2012

Valentine's day !!!

14 februari 2012, hari ini adalah hari yang mungkin sangat dinantikan oleh banyak pasangan di seluruh penjuru dunia.
Tapi taukah kita awal mula terciptanya hari valentine ini bagaimana?
Valentine sebenarnya adalah seorang biarawan Katolik yang menjadi martir. Valentine dihukum mati oleh kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang.
Ketika itu, kejayaan kekaisaran Romawi tengah berada di tengah ancaman keruntuhannya akibat kemerosotan aparatnya dan pemberontakan rakyat sipilnya. Di perbatasan wilayahnya yang masih liar, berbagai ancaman muncul dari bangsa Gaul, Hun, Slavia, Mongolia dan Turki. Mereka mengancam wilayah Eropa Utara dan Asia. Ternyata wilayah kekaisaran yang begitu luas dan meluas lewat penaklukan ini sudah memakan banyak korban, baik dari rakyat negeri jajahan maupun bangsa Romawi sendiri. Belakangan mereka tidak mampu lagi mengontrol dan mengurus wilayah yang luas ini.
Untuk mempertahankan kekaisarannya, Claudius II tak henti merekrut kaum pria Romawi yang diangap masih mampu bertempur, sebagai tentara yang siap diberangkatkan ke medan perang. Sang kaisar melihat tentara yang mempunyai ikatan kasih dan pernikahan bukanlah tentara yang bagus. Ikatan kasih dan batin dengan keluarga dan orang-orang yang dicintai hanya akan melembekkan daya tempur mereka. Oleh karena itu, ia melarang kaum pria Romawi menjalin hubungan cinta, bertunangan atau menikah.
Valentine, sang biarawan muda melihat derita mereka yang dirundung trauma cinta tak sampai ini. Diam-diam mereka berkumpul dan memperoleh siraman rohani dari Valentine. Sang biarawan bahkan memberi mereka sakramen pernikahan. Akhirnya aksi ini tercium oleh Kaisar. Valentine dipenjara. Oleh karena ia menentang aturan kaisar dan menolak mengakui dewa-dewa Romawi, dia dijatuhi hukuman mati.
Di penjara, dia bersahabat dengan seorang petugas penjara bernama Asterius. Petugas penjaga penjara ini memiliki seorang putri yang menderita kebutaan sejak lahir. Namanya Julia. Valentine berusaha mengobati kebutaannya. Sambil mengobati, Valentine mengajari sejarah dan agama. Dia menjelaskan dunia semesta sehingga Julia dapat merasakan makna dan kebijaksanannya lewat pelajaran itu.Beberapa minggu kemudian, Julia masih belum mengalami kesembuhan. Hingga tiba saat hukuman mati untuk Valentine. Valentine tidak sempat mengucapkan perpisahan dengan Julia, namun ia menuliskan ucapan dengan pesan untuk semakin dekat kepada Tuhan. Tak lupa ditambahi kata-kata,"Dengan cinta dari Valentin-mu" (yang akhirnya menjadi ungkapan yang mendunia). Ia meninggal 14 Februari 269. Valentine dimakamkan di Gereja Praksedes Roma.
Keesokan harinya , Julia menerima surat ini. Saat membuka surat, ia dapat melihat huruf dan warna-warni yang baru pertama kali dilihatnya. Julia sembuh dari kebutaannya.
Pada tahun 496, Paus Gelasius I menyatakan 14 Februari sebagai hari peringatan St. Valentine. Kebetulan tanggal kematian Valentine bertepatan dengan perayaan Lupercalia, suatu perayaan orang Romawi untuk menghormati dewa Kesuburan Februata Juno. Dalam perayaan ini, orang Romawi melakukan undian seksual! Caranya, mereka memasukkan nama ke dalam satu wadah, lalu mengambil secara acak nama lawan jenisnya. Nama yang didapat itu menjadi pasangan hidupnya selama satu tahun. Lalu pada perayaan berikutnya mereka membuang undi lagi.
Rupanya Paus tidak sreg pada cara perayaan ini. Karena itulah, gereja sedikit memodifikasi perayaan ini. Mereka memasukkan nama-nama santo dalam kotak itu. Selama setahun setiap orang akan meneladani santo yang tertulis pada undian yang diambilnya. Untuk membuat acara itu sedikit lucu, gereja juga memasukkan nama Simeon Stylites. Orang yang mengambil nama ini dianggap apes alias tidak mujur,soalnya Simeon menghabiskan hidupnya di atas pillar, tidak beranjak satu kali pun.
Nama Valentine lalu diabadikan dalam festival tahunan ini. Di festival ini, pasangan kekasih atau suami istri Romawi mengungkapkan perasaan kasih dan cintanya dalam pesan dan surat bertuliskan tangan. Di daratan Eropa tradisi ini berkembang dengan menuliskan kata-kata cinta dan dalam bentuk kartu berhiaskan hati dan dewa Cupid kepada siapapun yang dicintai. Atau memberi perhatian kecil dengan bunga, coklat dan permen.
Itulah awal mula terbentuknya hari valentine hingga saat ini. Banyak sekali cara orang-orang di seluruh dunia dalam merayakan hari valentine ini. 
Di Jepang, Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Mereka memberi cokelat kepada para teman kerja pria mereka, kadangkala dengan biaya besar. Cokelat ini disebut sebagai Giri-choko, dari kata giri (kewajiban) dan choco (cokelat). Lalu berkat usaha marketing lebih lanjut, sebuah hari balasan, disebut “Hari Putih” (white day) muncul. Pada hari ini (14 Maret), pria yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali.
Di Taiwan, sebagai tambahan dari Hari Valentine dan Hari Putih, masih ada satu hari raya lainnya yang mirip dengan kedua hari raya ini ditilik dari fungsinya. Namanya adalah "Hari Raya Anak Perempuan" (Qi Xi) Hari ini diadakan pada hari ke-7, bulan ke-7 menurut tarikh kalender kamariyah Tionghoa.
Nah, sekarang kembali kepada kita sendiri bagaimana mau merayakan valentine ini, ataukah mungkin anda sama sekali tidak menganggap hari valentine sebagai hal yang istimewa?
Bagi saya sendiri, hari valentine adalah hari penghormatan kepada cinta yang tulus dari panutan-panutan yang berani berkorban atas nama cinta. Karena sebetulnya "hari kasih sayang" yang sesungguhnya haruslah kita rayakan dan kita rasakan setiap hari. Tidak perlu ribet menyiapkan coklat atau hadiah untuk merayakan hari kasih sayang setiap harinya.
Cukup sederhana untuk merayakan hari "valentine" di hari biasa, sesederhana anda memberikan senyum meskipun anda sedang sedih. Sesederhana memaafkan di saat hati sedang terluka. Sesederhana memberi perhatian walaupun kita sendiri terabaikan. Ataupun sesederhana memberi di dalam kekurangan kita. Bagi saya sendiri hari valentine dapat kita manfaatkan untuk mengungkapkan perasaan kita kepada orang terkasih, atau juga dapat kita manfaatkan sebagai moment yang pas untuk memanjatkan doa dan harapan kita kepada Tuhan mengenai kehidupan percintaan kita.
Harapanku di hari Valentine ini, aku ingin seluruh keluargaku merasakan kasih TUHAN YESUS yang hangat dalam hati mereka, sehingga pada saatNya nanti ada saat yang indah dimana seluruh keluargaku boleh berkumpul bersama dan saling mengasihi satu sama lain. Satu lagi anganku yang selalu aku curahkan kepada Tuhan Yesus, aku ingin hubunganku dengan Juliansen selalu diberkati. Aku juga percaya suatu saat nanti akan indah waktuNya saat kami berdua dipersatukan TUHAN dalam suatu ikatan kudus.
 Dalam pikiranku, beberapa tahun lagi (kalau Tuhan Yesus belum menjemputku tentunya) aku membayangkan aku sedang membaca post di blog ini sambil tersenyum geli karena impianku telah tercapai dan aku dengan bangga memperlihatkan post ini kepada orang yang menjadi harapanku di masa depan. Dan aku bisa dengan bangga berkata bahwa Tuhanku yang baik itu telah mewujudkan imanku. Aku yakin bayanganku ini bukan sekedar khayalan belaka tapi iman yang besar yang akan terjadi nanti. Amiiiiiin >.<
So, happy valentine day bagi seluruh pasangan yang berbahagia di seluruh dunia :)
Semoga cinta kasih yang kalian bangun akan tetap abadi adanya seumur hidup kalian ^_^
Teruntuk Juliansen, bagiku setiap hari adalah "Valentine" karena setiap hari Tuhan Yesus selalu dan selalu memperbaharui cinta kita dengan caraNya yang ajaib, terlalu ajaib sehingga kita hanya bisa tersenyum dan bersyukur saat Dia selalu menambah frekuensi cinta kita melebihi volume normal selama lebih dari 2,5 tahun ini... Aku harap kamulah yang terakhir untukku, penolong hidupku yang sepadan yang Tuhan kirimkan bagiku..Amin

Senin, 13 Februari 2012

inikah yang disebut dengan, galau ?

Beberapa bulan yang lalu (bahkan sampai sekarang) sering banget gue temuin satu kata yang familiar banget n lagi ngetrend banget untuk disebut dan mungkin dirasakan setiap anak muda yaitu : galau. Gue sendiri saat itu bingung sendiri dengan arti kata galau tersebut dan seperti apa rasanya. Saat kata galau itu lagi booming yang gue rasain adalah bahagia, karena saat itu adalah masa-masa gue menghabiskan waktu bersama juliansen sebelum dia berangkat ke Sydney untuk kuliah. Tiap kali ada orang yang update status berbau galau atau ada temen yang ngegosip si inilah lagi galau gue cuma bisa ketawa aja n dalam hati berkata : "kok orang yang galau lebay amat ya". Dari pembicaraan orang-orang di sekitar gue dan melalui update'an status orang-orang yang galau, gue saat itu mengambil kesimpulan bahwa orang yang mengaku lagi galau kebanyakan adalah orang yang lagi merindukan seseorang atau menunggu sesuatu namun perasaannya campur aduk bukan hanya sedih atau berdebar tapi juga bahagia, beberapa perasaan yang mustahil dapat bersatu dalam satu jiwa itulah yang disebut galau (yaaa itu presepsi saya kalo salah maaf) Ya saat itu gue memang ngga tau bagaimana rasanya merindukan sesuatu yang membuat perasaan campur aduk, karena yang gue tau orang yang lagi kangen ya pasti sedihlah... Seperti bagaimana halnya gue merindukan alm.oma :'( atau saat gue lagi kangen sama papa...Yang gue rasakan cuma sedih sedih dan sedih :(
Tapi sepertinya sekarang nih, di hari ini, gue baru tau apa yang namanya galau itu...
Hmmm, ya hari ini gue nangis (lagi) cuma karena kangen sama seseorang, konyol memang dan gue juga mikir kok gue lebay banget ya...Tapi apa mau dikata, perasaan membingungkan yaitu kangen, sedih, bahagia, bahkan perasaan berdebar-debar gue rasakan di saat yang sama walaupun perasaan sedih jauh lebih mendominasi. Yap, mungkin itulah yang disebut galau dan saat ini, gue merasakannya.
Sebelumnya gue ngga pernah sekalipun merasa kangen yang berlebihan seperti ini selain sama keluarga gue. Tapi seorang pemuda baik hati yang sekarang berada jauh di negri orang berhasil membuat gue merasakan perasaan yang menggemaskan ini. Kenapa menggemaskan? Soalnya gue geregetan banget sama perasaan ini, gimana enggak? Di satu sisi gue merasa sediiiiiih banget ngga bisa ketemu juliansen secara langsung, ngga bisa nyubit-nyubit tangannya, ngga bisa megang lengannya kalo lagi nyebrang dan yang paling nyebelin gue ngga bisa melihat wajahnya yang sangat...uuuhhh no comment deh kalo soal wajahnya dia. Di sisi lain gue merasa bahagia dan deg-degan gitu karena gue tau setelah kami berhasil melewati semua ini akan ada saat dimana gue dan dia Tuhan persatukan dalam ikatan yang lebih lebih lebih dalam lagi. amiiiin
Ya setelah merasakan apa yang disebut dengan "galau",ternyata ngga buruk juga kok :) soal'a itu ternyata perasaan yang cukup menyenangkan kalau kita tau bagaimana cara menikmatinya dengan benar. Apalagi saat-saat galau itu adalah moment yang paling pas buat curhat sama Tuhan Yesus...Dia pasti akan mendengarkan curahan hati kita dan menenangkan hati kita dengan janji-janjiNya yang indah.

Kamis, 02 Februari 2012

kesalahanku selama ini

Renungan hari ini sungguh teguran yang manis untukku,ternyata selama ini apa yang aku dapatkan sangat tidak sebanding dengan ucapan syukurku yang sangat minim kepada Tuhan. Ya, hari ini dengan lembut Tuhan menegurku secara perlahan, dimulai dari BlackBerry Messenger dari seseorang yang cukup aku salut dengan sikapnya walaupun aku sendiri belum pernah bertemu muka dengan orang tersebut, orang itu mengirimkan suatu renungan yang sebetulnya sederhana tapi entah mengapa saat membaca BBm tersebut aku merasa salah satu pertanyaan terbesarku saat jiwaku merasa hampa telah terjawab... Mengapa aku sering merasa sendiri padahal begitu sering Tuhan mendemonstrasikan kasihNYA kepadaku, dan saat ini hal itu terjawab terlebih lagi saat aku merenungkan firmanNya hari ini. 
Hal itu terjadi karena : "aku telah menduakanNYA".
Ya inilah kesalahanku selama ini, aku telah menduakan TUHANku dengan hal lain yang tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan TUHAN. Aku telah mengutamakan hal lain selain diriNYA.
Namun, hari ini TUHAN YESUS yang sangat baik itu menegurku dengan sangat manis...DIA mengingatkanku bahwa yang selama ini yang telah aku utamakan itu bisa aku dapatkan hanya karena kemurahanNYA...Ya, selama ini aku telah "berzinah" sehingga TUHAN seringkali merasa sedih karena kelakuanku ini, aku malah lebih sering memenuhi pikiranku dengan hal-hal yang berkaitan dengan pacarku, aku malah lebih sering merindukan pacarku dibandingkan rindu dekat dengan TUHAN. Padahal pacarku sendiripun sering sekali menasehatiku untuk selalu mengutamakan TUHAN YESUS dalam kehidupanku. Tapi aku lebih sering lagi menutup telinga dan hatiku sehingga tanpa aku sadari hal itulah yang membuat aku merasa sendiri dan merasa hampa.
Hari ini TUHAN YESUS yg baik itu kembali memproses aku yang bobrok ini, dipolesnya aku agar terlihat lebih cantik di tengah kekelaman dunia ini. DiberikanNya aku pengertian bahwa yang bisa membuat aku kuat dan tidak merasa sendiri itu hanya diriNYA, sebab Dia sendiri yang berkata kepadaku bahwa DIA akan selalu besertaku sekalipun ayah dan ibuku meninggalkan aku...
Maka itulah aku sadar, pacar saja tidak akan pernah mampu untuk membuat kita merasa tidak sendiri karena sama seperti kita pacar atau bahkan pasangan hidup ita sama seperti kita, mereka adalah makhluk terbatas yang juga punya kelemahan. Berbeda dengan pasangan kita, TUHAN akan selalu ada 24 jam nonstop untuk menemani kita, Untuk itulah kawan, aku hanya mau berbagi sedikit mengenai pengalaman "jiwaku" yang selama ini salah arah. Mulai hari ini mari kita sama-sama berkomitmen untuk mengutamakan TUHAN dalam hati dan pikiran kita. DIA penuh kasih, DIA mau mengampuni kesalahan kita ^_^ ayo berproseslah untuk berubah wahai hati dan jiwa-jiwa yang mulai melupakan dan menduakan TUHAN (kata-kata ini juga kutujukan pada diriku)
Mulailah berproses dengan berkata : "Ini aku Tuhan, ampuni aku. Mulai hari ini aku mohon pertolonganMU agar aku menginginkanMU lebih dari apapun, lebih dari siapapun"
GOD knows what is the best for you, because HE loves you :) more than you love your self...
GOD always bless and protect you all ^_^

*Terima kasih juga untuk Kak Rinny Telaumbanua, big hug for you ({})

Rabu, 01 Februari 2012

Ini baru awal...

yap, akhirnya tiba juga hari ini.
Hari yang selama ini aku nanti-nantikan atau mungkin aku harap untuk cepat berlalu, hmmm galaulah perasaan aku tentang hari ini. Tapi itu sebelumnya, sebelum hari ini benar-benar terjadi aku memang galau. Namun saat hari ini betul-betul tiba, sungguh aku bahagia walaupun jujur aku sangat sedih karena aku tau aku sudah terlampau terbiasa bersama kamu...
yang aku rasakan saat ini adalah perasaan yang ga menentu, banyak sekali yang aku pikirkan, seperti misalnya apa yang harus lakukan saat kangen kamu, siapa yg bisa aku andalkan saat aku butuh bantuan, dan banyak lgi yg lainnya...
tapi di balik semua pikiran ini ada satu kebahagiaan yang menyelimuti hati aku, yaitu : respon keluarga kamu..Jujur itu doa aku selama ini. Doa aku setiap sebelum tidur, untuk TUHAN selalu buka jalan bagi hubungan kita, dan jawaban dari doa itu perlahan tapi pasti mulai terlihat...
Mulai dari hari ini, mulai dari awal yang baik ini, aku akan terus lebih tekun berdoa sayang akan lebih sering lagi bersyukur karena Tuhan baik sama kita...
Aku akan memulai untuk belajar arti kesetiaan dan kepercayaan yang sesungguhnya sayang...
Tuhan Yesus beserta kita...Aku percaya kita akan bertemu lagi tahun ini...
Aku akan setia menunggumu disini..di tanah air tercinta...bangsa yang penuh problema : INDONESIA...

Jumat, 20 Januari 2012

TUHAN adalah Gembalaku

Saat memulai menulis blog ini, gue ngga tau apa yang lg gue rasain sekarang..Ada banyak ketakutan yang merajai pikiran gue..Ketakutan akan hari esok, ketakutan akan keamanan di dalam dunia yang semakin hari semakin jahat ini..
Tapi setelah gue merenungkan lagi ke masa-masa yang lalu, ternyata gue udah merasakan ketakutan-ketakutan ini sejak dulu bahkan sejak kecil..Berita-berita yang gue lihat di TV itu semakin buat gue jadi takut..Tapi renungan pagi ini sungguh menegur dan menguatkan hati gue..Dalam Mazmur 22 disana kita dapat lihat bagaimana seorang Daud juga pernah merasakan kehilangan damai sejahtera bahkan ia sampai bertanya pada Tuhan mengapa Tuhan meninggalkannya. Tapi dalam Mazmur 23, disana Daud tetap berkata bahwa Tuhan adalah Gembalanya yang baik dan di dalam Mazmur 23 terlihat juga bagaimana Daud merasa tenang dan aman karena Tuhan tetap bersamanya..Ya mungkin disinilah kuncinya untuk gue bisa mendapatkan lagi rasa aman dan damai sejahtera, yaitu dengan penyerahan diri yang seutuhnya kepada Tuhan Yesus..Karena bergantung pada manusia itu ada batasannya dan sia-sia adanya..Tapi jika bergantung pada Tuhan...hmm..luar biasa rasanya..Karena ya gue tau di dalam Tuhan ngga ada yg mustahil, dan gue tau selama ini, yg mampu menerima gue apa adanya dengan segala keburukan gue dan yg ngga pernah meninggalkan gue hanya DIA, hanya Tuhan Yesus..
Puji Tuhan, saat akan mengakhiri tulisan ini hati gue terasa lebih tenang :)
Semoga tulisan yg mungkin agak kacau dan sulit dimengerti ini dapat memberkati kalian yang membacanya...Kalaupun setelah membaca tulisan ini kalian tidak merasa diberkati, setidaknya tulisan ini sudah memberkati diri saya sendiri yang menulisnya..
GOD bless you, percayalah : Tuhan selalu beserta kita...Amin...

Kamis, 22 Desember 2011

"ibu tetaplah seorang ibu"

Ibu tetaplah seorang ibu...
Seperti apapun gencarnya berita saat ini yang mengabarkan bahwa banyak sekali kasus mengenai seorang ibu yang tega membunuh darah dagingnya sendiri, namun sekali lagi saya tegaskan bahwa ibu tetaplah seorang ibu.
Memang keadaan dunia yang saat ini telah membuat kasih seseorang menjadi dingin, meskipun demikian sesungguhnya tidak ada hal apapun yang dapat menutupi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya...
Seperti seorang ibu yang tega membunuh anaknya sendiri, setelah ditelusuri ternyata sebagian besar kasus itu terjadi karena kehidupan perekonomian sang ibu yang sulit dan karena ketakutan sang ibu karena saat anak itu lahir, ayah sang anak tidak mau bertanggung jawab. Banyak sekali masyarakat yang menilai bahwa perbuatan sang ibu itu sangat kejam, tidak berperikemanusiaan dan sebagainya. Namun saat ini saya ingin memandang sang ibu tersebut dari sisi lain. Bagi saya ibu tetaplah seorang ibu, saat sang ibu memutuskan untuk membunuh anaknya, dia merasa hal itu lebih baik agar sang anak tidak merasakan kemiskinan di dunia ini ataupun merasa malu mendapat cemooh dari orang lain karena ia tidak memiliki ayah jika anak itu tetap hidup. Memang dinilai dari aspek manapun, membunuh tetaplah hal yang tidak dapat dibenarkan. Tetapi hal yang tetap adalah ibu tetaplah sorang ibu, karena saat beliau memutuskan untuk membunuh anaknya, ia tetap melakukan pengorbanan. Ia rela menjadikan dirinya sendiri sebagai seorang pembunuh agar anaknya tidak menderita jika lahir ke dalam dunia ini. Ia rela dihantui seumur hidup oleh rasa berdosa dan penyesalan hanya agar anaknya tidak merasakan penderitaan. Ya, karena ibu tetaplah seorang ibu...
Di dunia ini banyak sekali wanita-wanita hebat yang disebut sebagai "ibu" atau "bunda" atau "mama" dan semacamnya yang dapat menginspirasi kita perempuan muda untuk dapat melakukan hal-hal luar biasa dengan segala keterbatasan kita. Bagi pribadi saya sendiri, banyak sekali wanita hebat yang secara tidak langsung membantu saya untuk membentuk diri menjadi pribadi seorang wanita yang kuat dan luar biasa. Pernah suatu kali saya melihat seorang wanita renta yang duduk bersama seorang wanita yang juga tua namun tidak setua dirinya, sambil sesekali memperhatikan sang wanita renta membelai pundak wanita di sebelahnya, saya mendengar sedikit percakapan mereka. Wanita renta itu berkata : "Istirahatlah nak, tidak seharusnya kamu mengisi harimu dengan selalu kerepotan karena menjaga cucu-cucumu, titipkanlah mereka sesekali kepadaku supaya kamu bisa beristirahat dan menikmati hari tuamu." Saat mendengar kata-kata itu hati saya langsung merasa terenyuh dan saat saya kembali melihat ke arah mereka, kali ini belaian wanita renta itu seolah juga dapat kurasakan, begitu lembut dan penuh dengan kasih sayang. Ya, ternyata mereka seorang ibu dan anak. Sungguh, ibu tetaplah seorang ibu, meskipun rambut anaknya sudah seputih dirinya, namun kasih ibu tetap tidak pernah pudar. Di penghujung usianya, sang ibu tetap memikirkan kebahagiaan anaknya dan tetap mau rela berkorban untuk anaknya.Seperti wanita renta tadi misalnya, meskipun anaknya sudah memiliki seorang cucu, wanita renta tadi rela mengorbankan harinya dalam menikmati masa tuanya dengan berkata "titipkanlah mereka sesekali kepadaku supaya kamu bisa beristirahat dan menikmati hari tuamu." Padahal sang ibu justru lebih memerlukan waktu untuk menikmati masa tua dibandingkan anaknya yang berumur lebih muda darinya dan fisik yang lebih baik darinya. Ya, itulah seorang ibu...Sampai kapanpun kebahagiaan anaknya tetaplah menjadi bagian terpenting dalam dirinya. Ada lagi seorang ibu yang sungguh sangat dekat dengan saya namun kini ia sudah berada dalam pangkuan Bapa, ialah oma saya... Almarhumah adalah seorang wanita yang sangat kuat dan pandai sekali menutupi kelemahan dirinya. Saya masih ingat sekali, dahulu saat saya sudah mau tidur, saya melihat beliau masih membenahi meja bekas saya pakai belajar. Dan saat saya bangun, beliau juga sudah bangun lebih dulu dan saya lihat beliau sedang membaca Alkitab dan sedudahnya beliau berdoa, dalam doanya oma saya selalu menyebut nama anak-anak, menantu, suami dan cucu-cucunya. Padahal saat itupun saya bangun sudah sangat pagi sekali karena harus mengikuti pendalaman materi pagi di sekolah, namun ternyata kerajinan saya tidak dapat menyaingi oma saya. Saya juga sering melihat beliau tidak sehat, namun saat saya tanyakan kesehatannya beliau langsung mengalihkan pembicaraan dan langsung menyuruh saya untuk belajar, seolah-olah beliau tidak mau kesehatannya mengganggu pikiranku yang saat itu akan menghadapi ujian sekolah. Ada lagi cerita tentang kepandaian oma saya dalam menutupi kelemahannya, saat saya memegang tangan beliau saya sangat tau kalau beliau tidak sehat dan jelas sekali bahwa oma memang demam, saya langsung menyuruhnya untuk meminta kepada mama dan tante saya untuk membawanya ke dokter. Namun dengan tegas oma saya berkata bahwa ia baik-baik saja dan beliau pergi sendiri ke warung untuk membeli obat...Ya kebohongan yang sangat menunjukkan kasihnya. Beliau tidak mau menyusahkan anak-anaknya dan berusaha untuk tetap terlihat sehat agar anak-anak dan cucunya tidak khawatir kepada dirinya. Sebagai seorang istri pun, beliau adalah wanita yang patut diteladani, saat obat opa saya sudah hampir habis, tak pernah jenuh oma saya mengingatkan mama dan kedua tante saya untuk membelikan opa saya obat, padahal sesungguhnya, dirinya juga membutuhkan obat. Dan terakhir kali beliau memperlihatkan keteladanan yang tidak pernah saya lupakan adalah saat saya menemani beliau berbelanja, beliau memegang tangan saya erat sambil berkata seperti ini kurang lebihnya "Cha, kamu harus bisa memilih laki-laki yang benar untuk jadi suami kamu nanti, kamu ga boleh membenci papa kamu dan kamu harus tetap liat mama. Kamu harus perhatian sama mama kamu, kalo bukan kamu yang doain mama kamu, siapa lagi coba? Icha harus bisa sukses supaya bisa banggain mama dan bawa mama pergi jalan-jalan ke luar negri, nanti ajak oma sama opa juga ya. Dan jangan sampai tinggalin pelayanan, karena Tuhan Yesus harus tetap jadi yang pertama." Saat itu saya hanya menganggap kata-kata itu sebagai sebuah nasihat biasa yang diucapkan seorang nenek kepada cucunya. Namun sekarang, sampai saat ini saya menulis di blog saya ini, saya selalu menitikkan air mata saat mengingat nasihat oma saya itu. Karena empat hari setelah beliau berkata seperti itu, oma saya terserang penyakit stroke. Sungguh kejadian itu sangat mengejutkan semua orang rumah, karena beliau tidak pernah menunjukkan keluhan-keluhan yang berarti tentang kesehatannya. Ya akhirnya Tuhan memanggil oma saya. Dibandingkan dengan kami keluarganya, ternyata Tuhan jauh lebih menyayanginya. Ya betul, selama ini memang hanya Tuhan yang tau apa yang menjadi kesusahan oma, karena tidak pernah sekalipun beliau memperlihatkan kesusahannya kepada kami, anak dan cucunya. Banyak orang yang menangisi kepergian oma, namun banyak pula yang tersenyum karena keteladanan yang oma telah tunjukkan. Ya memang ibu tetaplah seorang ibu.. Di dalam kesusahannya, ibu tetap tersenyum dan membohongi anaknya dengan berkata "aku baik-baik saja".
Dan yang terakhir akan saya ceritakan adalah seorang ibu yang sangat luar biasa, di dalam segala kelemahan dan kesukarannya, ia tetap menjadi seorang ibu bagiku dan abangku, dia adalah mamaku...Ya mamaku adalah wanita yang hebat. Meskipun banyak orang yang menilai dirinya tidak memberikan teladan yang baik untuk aku dan abangku karena perpisahannya dengan papaku, namun bagiku ibu tetaplah seorang ibu. Di tengah keterbatasannya yang hanya tamatan SMA, mama tetap berusaha untuk bekerja dari pagi hingga malam hanya agar aku dan abangku memperoleh pendidikan yang bagus. Agar saat dewasa nanti kami tidak mengalami apa yang dialami oleh dirinya. Memang sering sekali aku kecewa dengan sikap mama, namun sesungguhnya saat aku merasa kecewa, saat itu pula aku tidak pernah berpikir pula seberapa sering aku menyakiti dirinya, seberapa sering aku membentak dirinya hanya karena keinginanku yang tidak terpenuhi. Aku tau, mama sering banget kurang tidur bahkan hampir setiap hari, tapi ga pernah beliau jenuh melakukan pekerjaan rumah di malam hari saat beliau baru pulang kerja. Sedangkan aku? Sampai rumah jam setengah enam sore saja aku sudah merasa ingin langsung tidur dan beristirahat. 
Sebetulnya masih terlalu banyak sosok ibu yang masih dapat saya ceritakan tentang kehebatannya, seperti misalnya Bunda Maria yang tetap menerima kandungannya dalam kondisinya yang masih perawan, atau ibu dari Billy Graham Bell yang tak pernah lelah memberi motivasi bahkan menjadi motivasi bagi anaknya sampai anaknya dapat dikenal oleh dunia. Ada juga ibu dari seorang Ludwig Van Beethoven yang tetap memilih melahirkan anaknya dibandingkan menggugurkan anaknya di saat kondisinya yang telah mempunyai delapan anak, tiga diantaranya tuli, dua buta dan satu diantaranya mengalami gangguan mental dan sang ibu sendiri mengidap sipilis, sungguh keputusan yang sangat berat utuk tetap mempertahankankandungannya, namun ibu dari Beethoven ini tetap bertahan dan dari rahimnyalah lahir seorang komponis masyur dunia. Dan siapa yang mengenal ibu Nancy Edison? Ketenarannya jelas jauh di bawah bila dibandingkan anaknya, Thomas Alva Edison, di saat guru sekolah Thomas menyerah untuk mengajari anaknya namun sang ibu tetap gigih mengajar anaknya di rumah, dan kegigihan sang ibu kini telah membuahkan hasil yang sangat manis bahkan bisa dinikmati oleh semua orang di seluruh dunia, ya kegigihannya menjadikan Thomas sebagai seorang penemu terbesar di dunia.
Hmm.. Sungguh terlalu banyak teladan seorang ibu dan terlalu banyak sosok ibu yang dapat kita teladani. Dan tentunya masing-masing ibu punya keteladanannya sendiri, jadi jangan pernah sekalipun berniat untuk menukarkan posisi ibu kita dengan orang lain di dalam hati kita. Bagaimanapun sikap sang ibu, seperti apapun kelemahan seorang ibu..."ibu tetaplah seorang ibu"... Sebagai seorang anak kita harus menghormati dan mendoakan hal baik bagi ibu kita... Jangan pernah menyakiti ibu, jangan pernah menghina ibu, jangan pernah menghujat, apalagi membunuh sosok seorang ibu! Karena di rahimnyalah Tuhan telah menenun kita untuk dapat menjadi seorang manusia yang berguna. Dan melalui perjuangan ibulah kita dapat dilahirkan di dunia ini. So, sehebat apapun anda, sesukses apapun karir anda saat ini, jangan pernah lupakan peranan ibu dalam hidup kalian! 

Karena sampai kapanpun..."ibu tetaplah seorang ibu"...
Jika kalian seorang anak, katakanlah kepada ibumu : 
"terima kasih ibu,ibu aku menyayangimu"
Dan kuucapkan "Selamat hari ibu" kepada wanita hebat di seluruh dunia yang menyandang predikat sebagai seorang ibu... 

especially  for my mother...
"Happy mom's day, i love you"
with love,,, icha ^^

Selasa, 13 Desember 2011

tentang "pacaran" ?

Berpacaran...kurang lebih udah dua setengah tahun lebih gue dan cowo gue berpacaran. Dan banyak pasangan di seluruh penjuru dunia ini yang juga melakukan hal tersebut : pacaran.
Tapi setelah gue pikir lagi, apa semua orang tau tujuan sebenernya dari pacaran itu apa? Dan apa semua pasangan yang berpacaran sudah punya tujuannya masing-masing?
Setelah semalam gue menjadi tempat sharing seseorang yang bahkan belum pernah gue lihat bentuk dan rupanya, gue kembali lagi memikirkan arah dan tujuan gue berpacaran sama cowo gue sekarang.
Orang yang sharing sama gue semalem nanya sama gue berkali-kali tentang tips supaya awet dan ga berantem terus-terusan sama pacar gimana caranya. Di saat itulah gue kembali menyelidiki setiap lika-liku perjalanan hubungan gue sama julian selama 2,5 tahun ini...
Di tahun pertama, gue sering banget berantem sama dia hanya karena hal yang sepele sekalipun bahkan gue ga malu berantem di depan orang banyak.. Ya sangat anak kecil memang, tapi itulah gue pada masa itu..Sampai pada akhirnya Julian membimbing gue ke arah yang lebih baik sampai kami bisa menjalani hubungan kami dengan damai sejahtera yang ada di hati kami masing-masing...
Nah, terinspirasi dari perjalanan hubungan gue sama julian, sekarang gue mau sharing ke teman-teman yang sedang berpacaran namun belum memiliki arah dan tujuan dalam hubungan kalian..Bisa dijadikan pelajaran dan juga sekedar pengetahuan buat menambah wawasan teman-teman sekalian..Check this out ^_^

Sebelum kita berpacaran dengan seseorang, tentunya kita harus memiliki kriteria tersendiri untuk dijadikan pedoman dalam mencari pasangan. Berikut ini adalah 3 kriteria utama yang harus kita masukkan dalam daftar kriteria mencari pasangan :
  1. LAWAN JENIS , ini kudu mesti dan harus. Kenapa? gue rasa tanpa perlu kita tanyakan jawabannya pun sudah jelas..Karena kodrat dari Tuhan adalah laki-laki berpasangan dengan perempuan. Dan wanita diciptakan untuk menjadi penolong yang sepadan untuk pria.
  2. SEIMAN , nah kalo yang ini kadangkala banyak orang ga terlalu menjadikan hal ini sebagai kriteria utama dengan alasan : "gue kan pacarannya belum terlalu serius". Padahal, iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita percayai. Jadi, kalo dari dasar saja kita sudah berbeda dengan pasangan kita, bagaimana selanjutnya? Pasti akan menjadi tidak mudah dan mudah goyah karena memiliki pondasi yang berbeda. Lagipula tidak ada yang namanya pacaran tidak serius, seseorang yang memutuskan untuk berpacaran seharusnya sudah memikirkan matang-matang keputusannya tersebut.
  3. SEPADAN , apa yang dimaksud dengan sepadan? Sepadan itu berarti seimbang, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Sepadan juga berarti sepasang kekasih harus saling melengkapi dan saling berusaha untuk menjadi penolong yang baik bagi pasangannya masing-masing. Sepadan juga dapat diartikan setiap pasangan mampu menutupi setiap perbedaan yang ada dalam diri masing-masing.
Nah ketiga hal di atas adalah hal wajib yang kita perlukan dalam mencari pasangan hidup. Untuk selebihnya dapat disesuaikan dengan selera kalian masing-masing, seperti misalnya ingin memiliki pacar yang penampilannya menarik atau yang pandai bermain musik. Selebihnya hanyalah "bumbu penyedap" dan bukan hal utama yang perlu dijadikan acuan.
Setelah kita memiliki pasangan, sekarang yang kita perlukan adalah tujuan dari berpacaran. Kalo boleh sharing, tujuan gue sendiri dalam berpacaran adalah : masa untuk menyesuaikan diri sebelum pernikahan. Gue sendiri punya motto yang sangat boleh untuk teman-teman tiru, yaitu : selama berpacaran,bukalah mata dan telinga lebar-lebar namun tutuplah mata dan telinga itu setelah kita menikah. Kita harus membuka mata dan telinga kita selama berpacaran untuk melihat apakah sisi rohani dan karakter pasangan kita sesuai dengan kepribadian kita. Kalau kita sudah merasa sesuai barulah kita boleh memantapkan diri untuk menikah dan pada saat menikah, berkomitmenlah untuk tidak lagi merasa tidak cocok karena penyesuaian yang sesungguhnya telah kita lakukan pada masa berpacaran.
Nah berikut ini adalah YANG BUKAN tujuan dari berpacaran :
  • BUKAN sarana pemuasan hawa nafsu!
  • BUKAN sekedar pemberi motivasi belajar atau bekerja!
  • BUKAN sekedar pengisi kesepian!
  • BUKAN sekedar free love tanpa arah yang jelas!
Kita harus belajar berpikir bijaksana untuk bisa membedakan AKIBAT dan TUJUAN. Kita juga harus bisa mengenali kelemahan diri masing-masing (baik itu perempuan atau laki-laki, baik yang sudah berpacaran maupun yang belum). Dalam berpacaranpun, kita harus memiliki prinsip-prinsip positif yang harus kita lakukan, diantaranya : prinsip untuk memuliakan TUHAN melalui hubungan kita dengan pasangan, prinsip menjalin hubungan di dalam kasih dan kekudusan. Kalo prinsip-prinsip tersebut teman-teman laksanakan, gue yakin banget teman-teman akan sangat jarang mengalami yang namanya berantem dalam berpacaran. Justru sebaliknya, hubungan teman-teman dapat menjadi teladan bagi pasangan lainnya dan hubungan teman-teman akan menjadi terasa indah dan bahagia. Oia, ada satu hal lagi nih yang penting dalam berpacaran dan sangat bahaya kalo ga ada hal ini, yaitu persetujuan dari orangtua. Jangan anggap remeh hal ini ya kawan, karena biar bagaimanapun orangtua adalah orang yang paling mengerti keadaan kita dibandingkan siapapun di dunia ini.
Oke deh teman-teman sekian ya sharing gue kali ini. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati teman-teman. Akhir kata, biarlah dari semua hal di atas hanya kehendak Tuhan saja yang jadi dalam perjalanan hubungan percintaan kalian semua. Selamat mencintai. Selamat dicintai. Dan selamat menikmati kasih Tuhan dalam hubungan kalian. GOD bless you ^_^